Kamis, 26 Mei 2016

Jin Tersiksa Ketika Jamaah Membaca Al-Quran


             Jin Tersiksa Ketika Jamaah Membaca Al-Quran
                                   ======================================
Syeikh Wahid Abdul Salam Bali.
Seorang gadis mendatangi saya. Dia mengadukan rasa sakit disekujur tubuhnya. Setelah saya menganalisis penyakitnya, saya merasa yakin, bahwa gadis ini kesurupan jin. Maka saya membacakan ayat-ayat ruqyah kepadanya. Dan iapun merasakan rasa aneh pada lengannya. Maka saya memberikan taklimat yang sudah disebutkan diatas, lalu menyuruh perempuan itu untuk datang lagi setelah dua minggu.
Dua minggu kemudian, dia pun datang. Dia memberitahukan bahwa dia telah melakukan semua taklimat yang pernah saya berikan kepadanya. Maka saya membacakan ayat-ayat ruqyah kepadanya. Datanglah jin perempuan bernama Zainab Abdul Maujud.
Syeikh: "Apa agamamu ?"
Jin: "Saya seorang muslimah."
Syeikh: "Apakah Al-qur'an dapat memberikan pengaruh kepada jin muslim (muslimah) ?"
Jin: "Ya,"
Syeikh: "Surah-surah apakah yang dapat memberikan pengaruh kepada jin ?"
Jin: "(Yaitu) surah-surah yang kamu perintahkan untuk dibaca, yaitu : surah Yasin, Ash-Shaffat, Ad-Dukhan dan Al-Jin."
Syeikh: "Bagaimana dengan surah Al-baqarah ?"
Jin: "Ya, surah itu juga berpengaruh kepada jin dan membakarnya."
Syeikh: "Apakah yang kamu lakukan kepada gadis ini setelah saya pergi kerumahnya pertama sekali ?"
Jin: "Setelah dia melaksanakan taklimat-taklimat yang kamu berikan, saya menjadi lemah sekali. Sebab dia membaca Al-qur'an dan itu sangat menyiksa saya. Ketika makan, dia mengucapkan basmalah, sehingga saya tidak dapat makan bersamanya. Kalau dia lupa mengucapkan basmalah ketika akan makan, dia mengucapkan, "Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu" (Dengan nama Allah untuk yang diawal dan di akhir)." Sehingga saya memuntahkan makanan yang telah saya makan."
Syeikh: "Apa perbedaan antara jin dengan setan ?"
Jin: "Setan adalah sejenis jin juga. Tetapi dia kafir dan pembangkang."
Jin: "Biarkanlah saya keluar !"
Syeikh: "Dari mana Anda keluar ?"
Jin: "Dari mulutnya."
Kemudian dia mengucapkan , "Assalamu'alaikum ..." dan dia pun beranjak pergi. Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT.
Bagi yang merasa selalu ada gangguan atau keluhan merasa sakit atau juga yang sedang sakit, mari rajin-rajin kita membaca Al-Quran.

Rabu, 25 Mei 2016

IKRAR PEMUTUS HAKIKI

ust nadhif khalyani:
 
Gangguan Jin Nasab adlh salah satu bentuk gangguan paling byk trjadi dlk kasus ruqyah. Jin nasab trlibat dalam perkembangan kepribadian, hingga trlibat dalam kasus sihir. Shg hmpr semua kasus gangguan jin selalu trkait dg jin jenis ini.

Selama ini metode yg digunakan adlh dg ikrar pemutus. pasien mngucapkn ikrar berlepas diri dr jin yg mengganggunya. tp ikrar ini hny berfokus pada jinnya sj. wallohua'lam

Mengapa jin nasab bisa trjadi?

demikianlah ikrar iblis dahulu

قَالَ اَرَءَيْتَكَ هٰذَا الَّذِيْ كَرَّمْتَ عَلَيَّ ۖ لَئِنْ اَخَّرْتَنِ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَاَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهٗۤ اِلَّا قَلِيْلًا
la (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil."
[QS. Al-Isra': Ayat 62]

Syetan mnjebak dan mengarahkan kita pd kesalahan, yg dg kesalahan itu dia bisa mengakses diri kita dikemudian hari.

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ ۙ اِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطٰنُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوْا ۚ وَلَقَدْ عَفَا اللّٰهُ عَنْهُمْ ؕ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ❤
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, *sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau)*, tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
[QS. Ali 'Imran: Ayat 155]

Salah satu kesalahan besar adlh transaksi dg syaithan melalui kesyirikan, sihir dan bentuk interaksi lainnya. Harga dalam transaksi ini adalah jiwa, menyerahkn diri dan tunduk pada syetan.

*Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.*
[QS. Al-Baqarah: Ayat 102]

Transaksi inilah yg berujung pd Penyerahan Diri pd Syetan. Inilah alibi hingga jin bisa bekerja dan merasa berhak mengakses turun temurun. kesalahan lah yg mmbuat akses diberikan oleh Alloh

*Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah.*
[QS. An-Nahl: Ayat 100]

Maka apa yang harus kita lakukan??

Salah satu kaidah pengobatan Nabawi adalah memberikan lawan dari sumber sakitnya. pasan dilawan dg dingin, dst.

Jin Nasab ada krn transaksi syaithony. Adakah di Al Qur'an transaksi yg bisa mnjadi lawan nya?

Ada dan inilah yg telah dilakukan Istri Imran yakni transaksi dg Alloh

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَـكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
(Ingatlah), ketika istri `Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[QS. Ali 'Imran: Ayat 35]

Transaksi dengan Alloh adalah Haq dan akn mengalahkan transaksi syaithony yg bathil

Alloh mempertegas transaksi ini

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَــنَّةَ ؕ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَ يُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِ ؕ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَـبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖ ؕ وَذٰ لِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.
[QS. At-Taubah: Ayat 111]

Transaksi dg Alloh melibatkn jiwa dan harta, Alloh yg mengambil alih nya dan memberikn syrga sbg balasannya.

Transaksi ini buah dr Cinta pd NYA, ada kesungguhan dan ada pengorbanan.

dan saat transaksi ini diterima maka Alloh lah yang akan mengambilalih seluruh urusan kita

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا ۙ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ؕ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ ۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۚ قَالَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا ؕ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
[QS. Ali 'Imran: Ayat 37]

Alloh mengambil alih Maryam, bahkan hingga makanannya pun disediakn oleh Alloh. Berawal dr transaksi yg diucapkn ibundanya, Istri Imran.

kembali ke jin nasab.

jangan risau saat kita dengar ada transaksi yg pernah trjadi pd masa lalu.

jangan takut seberapapun kabilah mereka

jangan takut bhw mereka akn mnguasai kita

hancurkan transaksi itu dengn cara

BERTRANSAKSILAH DENGAN ALLOH

UCAPKAN KALIMAT TRANSAKSI INI

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
*Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,*
[QS. Al-An'am: Ayat 162]

لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
*tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim)."*
[QS. Al-An'am: Ayat 163]

Perbaharui dan ulang ulang dengan kejujuran dan kesungguhan.

Serahkn seluruh hidup kita utk Alloh. maka selain NYA tdk berhak atas diri kita lg, in syaa Alloh.

Inilah Ikrar Pemutus Qur'any,

smg berujung pd kebaikan dan syurga Alloh

Smg Alloh jadikan kita jujur dan istiqomah dalam perjanjian ini.

Aamiin

-- RLC --

Minggu, 22 Mei 2016

MENEMUKAN SUMBER GANGGUAN JIN

Menemukan Sumber Gangguan Jin
Berikut adalah sharing pengalaman hidup yang sangat luar biasa dari Bp. Triyanto, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan manfaatnya agar keIslaman dan keimanan kita menjadi lebih baik, insyaAlloh.
Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.
Alhamdulillah, semoga dengan email yang insyaallah saya tulis ini dapat menjadikan bertambahnya keimanan saya dan menjadi sarana belajar islam saya  menjadi lebih Baik.
 Saudaraku, saya menemukan alamat email ini dari blog Senin Sore, dan membaca isinya sungguh menarik mungkin Allah menginspirasikan kepada saya untuk membuka internet “google” dan memasukkan kata kuncinya “pusaka ular di rumah ruqyah” dan ketemu Blok Milik Bapak Muhammad Nadhif Khalyani.  Alhamdulillah.
 1 tahun yang lalu saya memiliki rekaman seorang ustadz yang menceritakan atau memberikan tips berkaitan dengan jin, keberadannya, serta ada informasi mengenai orang-orang yang berjubah dan memiliki kemampuan melihat alam jin.
 Mungkin juga ada pelajaran dengan rekaman tersebut, karena tidak berselang lama istri saya terasa masuk angin dan minta di pijit. Entah karena factor apa dalam memijit saya ingat dengan ceramah dalam kaset tersebut dan memijit jempol kaki kiri.
 Subhanallah, suara istri berubah dan saya baru menyadari ada gangguan pada istri. Pemijitan itu tidak berlangsung lama istri sadar dan selesai.
 1 minggu kemudian istri saya kembali kecapean, dan minta dipijit, kali ini yang saya pijit perut sebelah kiri dan lama kelamaan pijitan itu membuat suara istri saya kembali berubah.  Yang ini agak lama penanganannya. Lebih 1 jam setelah saya sholat 2 rokaat dan minum air doa dari tetangga.
 Saya masih berfikir psikologi mungkin akibat kemauan istri saya untuk pulang kampong tidak saya ikuti. Jadi kemudian saya antarkan pulang kampong. Namun di tempat mertua istri saya kembali kesurupan, diawali dengan rasa pegal pada bagian tertentu.  Disini ada beberapa orang yang bisa dikatagorikan paranormal membantu, namun istri tidak kunjung sembuh.  Pagi-pagi dibawa ke Ustd Daud, disana beliau member air putih dan air garam, yang saya ingat dari ustadz ini dia menjelaskan secara ilmiah mengenai jin dan itu bisa saya terima yang kesimpulan saya adalah karena factor psycologi berakibat istri tidak bisa mengendalikan diri.  Sepulang dari Ustdz Daud, istri merintih kesakitan mendengarkan adzan dhuhur, kemudian dibawa lagi ke Ustdz Arif (Garut), di sana dilakukan terapi ruqyah dan ada komunikasi ada 3 jin dalam tubuh istri saya, disini saya banyak belajar tentang ketauhidan meskipun waktunya hanya sebentar, tapi cukup tertanam kuat di kepala saya mengenai ketauhidan dan menjaga  diri dengan doa al-mat surat serta hati-hati dengan pengobatan kepada orang yang memiliki indera keenam.
 Bersamaan dengan kejadian diatas istri saya hamil anak ke III, dan Alhamdulillah, saya menemukan doa-doa ruqyah yang dibacakan oleh Ustadz Al Gamdi.  Saya burn ke CD dan saya putar dengan VCD, hampir setiap hari.
 Pernah suatu hari sepulang kerja istri saya merasa kelelahan akibat mendengarkan cd ruqyah, kejadian ini cukup parah hingga istri saya harus diopname karena kelelahan.
 Sepulang di opname, kembali kesurupan lagi, ada tetangga yang berdialog dengan jin yang berada di dalam istri saya dan katanya diantarkan pulang dengan cara digendong dengan anaknya (maksudnya Bpk dan anak menggendong jin) yang berada di dalam istri saya ke tempat asal jin dan 2 hari kemudian meminta dana kepada saya untuk membuat panggang ayam. Istri sadar kembali.  1 minggu kemudian istri kesurupan lagi.  Orang yang mengantarkan pulang jin dengan cara menggendong tersebut datang, namun saya tolak tawaran bantuannya, karena saya merasa tidak sepaham dengan cara pengobatannya.  Kemudian saya bawa istri saya dalam keadaan 50% kesadarannya ke Ust. Cilik Guntur Bumi (Ketua Tim Pemburu Hantu), karena kalau berdasarkan iklan di TV dia melakukan praktek pengobatan syariah, mulai dari proses pendaftaran sampai proses diskusi dengan Ustdz Cilik Guntur Bumi, ternyata saya merasa tidak sepaham juga.
Akhirnya saya harus membayar mahar yang lumayan besar, dan terjadi proses tawar menawar, yang pada akhirnya bisa di tawar, menjadi kurang dari 200.000.
 Seiring dengan perjalanan waktu kehamilan istri saya semakin membesar, dan kesurupan masih sering terjadi. Dan seiring waktu tersebut saya banyak menghapalkan doa-doa ruqyah dari Qur’an, hingga hapal hampir 30% dari doa yang dibacakan oleh Ustz Al Gamdi.  Pernah kesurupan di undang paranormal ke rumah dan ternyata membutuhkan waktu lama, kemudian paranormal tersebut menawarkan temannya membantu, jadi 2 paranormal berusaha mengusir jin dalam tubuh istri saya, namun juga tidak berhasil.
 Kemudian pada saat kembali ke Garut saya datang kembali ke Ustdz Arif untuk dilakukan Ruqyah, ternyata ruqyah yang kedua ini tidak seperti ruqyah yang pertama, membutuhkan waktu lebih lama dan lebih a lot.  Dan kondisi istri saya sadar setelah diruqyah namun ternyata tidak seperti ruqyah sebelumnya yang bisa dikatakan fresh (seperti masih terasa tidak nyaman di hati istri).
 Pulang ke Jakarta dalam kondisi istri merasa tidak nyaman hatinya, sampai dirumah kembali ada tetangga yang memanggilan paranormal yang pernah membantu. Kemudian istri baikan.
 Puasa hari pertama, dan menjelang sahur untuk puasa hari kedua istri saya kembali kesurupan kali ini sangat parah, bahkan saya akan dipukul dengan ilmu yang pernah dipelajari di Mahatma (istri saya dulu saya ijinkan mengikuti mahatma untuk tujuan kesehatan bukan mencari ilmu dan saya tidak tahu kalau ada prosesi pengisian energy (mungkin jin) ke dalam peserta). Namun Alloh melindungi saya, sehingga tidak jadi dipukulkan ke saya, karena terlalu sering kesurupan maka dalam menghadapi keadaan istri saya yang kesurupan tersebut menjadi tenang (kalau versi saya, karena Alloh melindungi saya).  Di dalam terapi ini saya banyak mengaji dan juga memijit istri.  Ashar Ramadhan ke Dua istri baru sadar setelah sadar dia merasa badan di dalam seperti nyeri semua, kemudian saya membacakan doa pada air garam untuk mandi, Alhamdulillah selepas Magrib istri saya merasa lebih Fresh.
 Alhamdulillah sampai proses kelahiran anak saya ke III, lahir dengan selamat dan normal.
Belum ada 1 minggu semenjak kelahiran istri saya bermimpi ditemui naga besar yang meminta bayi (anak saya) istri saya bertahan dan lari, ular inipun mengejar terus.  Dan pas saya bekerja di luar, istri saya kesurupan lagi, namun ada mertua yang membantu dengan doa sehingga tidak berlangsung lama.
 Anak saya sekarang usianya sudah 3 bulan (semenjak istri saya cerita tentang mimpi tersebut) juga ada keluarga yang bermimpi melihat ular besar di rumah saya, dan hampir setiap hari (Magrib khususnya keluarga kami sholat berjamaah dan membacakan Ayat-ayat 3 Ayat yang di awali dengan Qul dan Albaqoroh 1-5, 102, 162 ayat kursi dan 2 ayat terakhir), setelah selesai saya membacakan ayat ruqyah di telinga kirinya, terkadang terasa ada angin berputar, kadang mengantuk berat, kadang keringat yang berlebihan di dada dan punggung.
 Istri saya masih menjalani dzikir La illah ha ilalloh wahdahula syarikalah ………….., dan sering lemas.
 Terlibat pembicaraan, sering orang yang memiliki indera ke enam dan terlibat percakapan dengan saya kemudian saya pancing untuk melihat istri saya, mereka mengatakan ada nenek-nenek di dalam istri saya.
 HIKMAH BUAT SAYA DAN KELUARGA:
Kejadian di atas adalah cerita keluarga saya, dan hikmah yang saya terima adalah, saya bertambah hapalan ayat-ayat suci, tidak sembarang mencari pengobatan terutama kepada mereka yang beriklan dengan pengobatan alternative.
 Istri saya sholat rajin, mengajipun rajin, namun pada saat dzikiran baru memiliki efek (lemas/kedutan) pada ujung jarinya.
Mungkin punya saran ?
Wasalamualaikum wr wb.
Triyanto
Salam
Tri
Wa’alaikum salam wr.wb.
Saya turut prihatin atas ujian yang Bapak hadapi. Tentu tidak mudah menghadapi ini semua, dan kita semua husnudhon pada Alloh bahwa selalu ada rahasia kebaikan Alloh atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Hari-hari ini, hidup Bp Tri penuh dengan ibadah baru yang mungkin belum bisa dilakukan oleh orang lain yakni kesabaran menghadapi ujian. Semoga Alloh senantiasa melimpahkan pahala Bp tri dan keluarga atas kesabaran menghadapi permasalahan ini.
Langkah yang telah Bapak dan istri ambil sudah tepat yaitu mendatangi ruqyah dan melakukan ruqyah mandiri di rumah. Teruskan dan jangan pernah terlintas keinginan untuk menghentikannya. Sesungguhnya dalam proses ruqyah tidak sekedar membacakan Ayat-ayat Al Qur’an, lantas selesai urusan. Tidak. Tetapi dalam proses ruqyah, mau tidak mau pasien harus merubah hidupnya, merubah keyakinannya dan yang pasti merubah kualitas keimanan dan ibadahnya. Semua ini mutlak dilakukan demi kebaikan hidup kita dunia dan akhirat. Maka dalam perjalanannya, terapi ruqyah adalah proses membenahi iman dan ibadah. Dan menurut saya, semua ini sudah terjadi pada Bapak Tri dan Istri. Alhamdulillah.
Ketika proses ruqyah telah dilakukan ada hal mendasar yang perlu dilakukan baik oleh peruqyah maupun oleh pasien, yaitu :
  1. Menemukan sumber penyebab gangguan jin
Semakin kita jeli menemukan sumber gangguannya maka lebih mudah menentukan terapi yang terbaik bagi pasien. Setiap kasus perlu dicermati satu per satu karena kita tidak bisa menyamakan semua kasus. Dari apa yang telah Bapak sampaikan, saya ingin mengajukan pertanyaan :
    1. Apakah semua barang/benda yang mengandung kesyirikan sudah dimusnahkan ?
    2. Apakah dirumah Bapak ada benda yang berukir, bergambar atau berbentuk ular naga atau ular biasa ?
    3. Istri Bapak pernah mengikuti ilmu pernafasan/tenaga dalam atau sejenisnya, apakah masih dijalankan sampai sekarang ?
    4. Apakah Istri Bapak pernah mengamalkan wirid-wirid tertentu yang tidka pernah diajarkan dalam Islam (tidak ada hadist-nya)?
    5. Silahkan baca ulang tanda-tanda/gejala gangguan jin. Sejak kapankan gejala-gejala gangguan jin itu dirasakan oleh istri Bapak, sebelum ataukah setelah baligh ?
    6. Apakah ada diantara leluhur Istri Bapak yang memiliki ilmu kanuragan, kesaktian dan sejenisnya ?
    7. Silahkan baca ulang tanda-tanda gangguan jin, apakah Bapak melihat tanda-tanda tersebut ada pada salah satu dari anak-anak Bapak ?
Dari pertanyaan diatas kita dapat menemukan beberapa sumber gangguan jin, sebagai berikut :
a)     Benda pusaka, benda keramat atau benda antic. Termasuk benda berukir ular di rumah Bapak, jika memang ada. Saran saya, jika ada, lebih baik dihancurkan atau dibakar. Meskipun kita tidak meyakininya, atau walaupun kita hanya menganggapnya sebagai hiasan, lebih baik tetap dihancurkan. Karena benda-benda tersebut adalah sarang dan sumber kekuatan jin pengganggu itu. walaupun kita tidak mempercayainya, jika tidak dimusnahkan maka jin itu tetap akan bersarang di benda itu dan tetap akan ada disekitar kita. Jin itu akan menunggu saat-saat kita lemah untuk melancarkan gangguan yang lebih besar.
b)     Ilmu-ilmu kesaktian dan wirid tanpa dalil. Saran saya segera hentiakn semuanya dan Istri Bapak perlu memperbanyak membaca istigfar. Bacalah istigfar sebanyak-banyaknya terutama selesai sholat 5 waktu dan selesai tahajjud. Tidak cukup hanya dengan membaca, beliau perlu benar-benar bertaubat atas ilmu yang pernah beliau pelajari tersebut, karena dari sinilah salah satu sumber gangguan itu terjadi.
c)     Faktor keturunan, mengenai hal ini, Bapak bisa baca selengkapnya di tulisan ‘ Keluarga dari Alam Lain 1-3”
d)     Jika Bapak melihat ada tanda-tanda gangguan jin pada salah satu anak Bapak, maka sebenarnya gangguan jin ini tidak hanya sedang dialami oleh istri Bapak tapi juga terjadi di anak Bapak. Lakukanlah ruqyah bersama seluruh anggota keluarga karena sumber gangguan tersebut InsyaAlloh sama dan ada kaitannya dengan sumber gangguan yang terjadi pada Istri Bapak. Sekali lagi, lakukanlah terapi ruqyah untuk seluruh anggota keluarga.
Masih ada beberapa jenis sebab gangguan jin lain namun untuk kali ini hanya saya bahas sebagian seperti diatas yang saya anggap sesuai untuk permasalahan Bapak.
  1. Menemukan kelemahan terbesar dalam diri pasien
Sering saya mendapati, sulitnya jin keluar dari tubuh pasien di sebabkan karena adanya kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri pasien, diantranya
    1. kelemahan kejiwaan, misalnya trauma, stress, dendam, kecemasan dan ketakuatan berlebihan, benci, dengki, tidak ridlo terhadap takdir, sering berkeluh kesah.
    2. kelemahan ibadah
    3. kelemahan pemahaman agama terutama tentang tauhid/aqidah Islam
Ketiga hal diatas dapat diselesaikan dengan nasihat dan mencari ilmu. Saran saya pertama, datang lah bersama Istri dan keluarga kepada Ustad yang Bapak percaya, mintalah nasihat tentang memperbaiki hati, akhlak, iman, kesabaran dan ketawakkalan. Kedua, buatlah kesepakatan dengan keluarga untuk menghadiri majelis ilmu, majelis ta’lim secara rutin. Hal ini kelihatan sepele, tetapi sebenarnya tidak, bahkan dalam proses ruqyah, hadir di majelis ta’lim sangat diperlukan. Kadang reaksi pasca majelis ta’lim lebih kuat dari pada ruqyah biasa. Tetapi perlu Bapak pastikan bahwa majelis ta’lim yang Bapak hadiri benar-benar lurus, dan tidak menyimpang.
Untuk tambahan terapi ruqyah dapat bapak dan keluarga lakukan hal-hal berikut :
  1. Mandi ruqyah 2-3 hari sekali. Cara membuat air mandi ruqyah : ambil air dalam ember dan beri perasan 7 atau lebih jeruk nipis atau keruk purut, masukkan tangan kanan Bapak di ember tersebut lalu sambil mengaduk bacakan minimal Al baqoroh 1-5, ayat qursy, 2 ayat terakhir albaqoroh, al ikhlas , al falaq, annas. Bacalah berulang ulang, sebanyak mungkin tanpa ada batasan.
  2. Minum air ruqyah. Untuk seluruh anggota keluarga. Caranya : ambil air di teko atau gallon air sebelum dipasang di disipenser. Dekatkan bibir di teko atau gallon yang berisi air tersebut lalu baca Ayat Qursy, Al Falaq, Annas, sebanyak mungkin. Atau Bisa juga masing-masing minimal 7 kali, lalu tiup ke arah dalam teko atau gallon tersebut beberapa kali. Gunakan air tesebut untuk minum setiap kali minum
  3. Minum air jeruk nipis atau purut. Ambil air 1 gelan campur dengan perasan 3 buah jeruk nipis atau purut, lalu bacakan Ayat qursy, al falaq annas, al kafirun beberapa kali. Lalu tiup beberapa kali. Minumlah sehari 2 kali.
  4. Berendam kaki di air garam yang telah diruqyah. Ambil air dalam ember dan beri garam agak banyak (air sampai terasa asin). Bacakan Ayat Qursy, Al falaq, annas, al Kafirun di air tersebut. Tiup beberapa kali. Rendamlah kaki selama 1-2 jam setiap hari. Selama berendam banyak-banyaklah membaca Ayat Qursy, Al falaq, annas, al Kafirun. Lakukan rendam kaki sehari sekali.
  5. Bacalah LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADHDHOLIMIN. Minimal 100kali pagi dan petang.
  6. Ruqyah rumah. Ambil air garam yang tadi telah dibuat lalu siramkan keseluruh penjuru ruangan rumah kecuali kamar mandi dan WC. Lakukan tiap pagi dan petang.
  7. Lakukan semua hal diatas dengan kesabaran dan ketawakalan penuh. Lakukan minimal 7 full tanpa putus.
  8. Tetaplah berkonsultasi dengan Ustadz yang pernah meruqyah istri Bapak.
Demikian, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb


MENDETEKSI PENYAKIT NON MEDIS


MENDETEKSI PENYAKIT NON MEDIS
3 LANGKAH MUDAH MENDETEKSI GANGGUAN NON MEDIS

Apapun penyakit anda jika ada ciri sebagaimana berikut, maka sudah dipastikan ada penyakit non medis (gangguan jin/sihir) yang mengiringinya yaitu,



 1.MIMPI BURUK
 mimpi buruk berasal dari setan
Dari jenis mimpi di atas, mimpi buruk termasuk salah satu permainan setan kepada bani Adam. Mereka ingin menakut-nakuti manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِى ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلأَعْرَابِىِّ « لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ ». وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ « لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ .
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR Muslim)
2. TIDUR EREP2AN/ TINDIHAN
Mengapa bisa ketindihan banyangan hitam gede dan seakan akan sulit bergerak dan bersuara ketika tidur ?
Pasti sebagian dari kita pernah mengalami hal serupa diatas, itulah mengapa dalam islam kita dianjurkan untuk membersihkan tempat tidur sebelum kita menidurinya. Terlebih bagi yang sedang singgah ke rumah orang, penginapan atau anak kost yang baru pulang dari kampung. Karena kita tidak tahu hal ghaib apa (setan apa) yang sedang tidur di atas kasur tersebut. Maka jangan tanya kenapa bisa ketindihan banyangan hitam gede atau mimpi buruk.
Simak perkataan al-Qursyi berikut :

حدثنا أبي، حدثنا هشيم بن إسماعيل بن أبي خالد عن قيس بن أبي حازم قال:

ما من فراش يكون في بيت مفروشا لا ينام عليه أحد إلا نام عليه الشيطان...

"Tidak ada satu kasur pun yang tergelar di dalam suatu rumah yang tidak ditiduri oleh manusia, kecuali SETAN AKAN TIDUR DI ATAS KASUR ITU..."
(Akamul Marjan fi ahkamil Jaan hal.150)
 

 
3. SENSITIF DENGAN DIMENSI LAIN
Bisa merasakan/melihat kehadiran mahluk astral, mendengar bisikan2 gaib, mencium sesuatu yang orang lain tidak menciumnya
 peka2 dengan hal2 yang gaib

 3 tanda tadi menunjukkan anda dekat dengan frekwensi jin, maka diagnosa anda terkena gagguan non medis 100%

" PSIKOTERAPI RUQYAH



" PSIKOTERAPI RUQYAH "

Bismillah walhamdulillah washolatu wasalaamu alaa rosulillah

Frekwensi Gelombang suara Qur'an yang berisi kabar gembira ,peringatan dan adzab bisa menembus seluruh sistem sel tubuh sampai level DNA  dengan syarat :

- Perbaharui Ke Imanan/ Keyakinan Dengan Memurnikan Tauhid kepada Allah azza Wajalla semurni2nya, Yakinkan diri Allah Maha Segalanya, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu kepada-Nya lah kembali segala urusan

- Ridho & Ikhlas terhadap taqdir yang sedang menimpa saat ini

- Punya niat untuk Hijrah/ berubah total dari perilaku jahiliyah ke perilaku sunnah, dari hubbuddunya cinta dunia menjadi cinta akhirat

- Tawakkal. pasrahkan diri sepasrah pasrahnya , jasad, raga, semua panca indera, aliran darah, sel2 tubuh, tali2 DNA tubuh, jiwa, nafs, ruh dan semua unsur tubuh yang kita tahu maupun tidak kita ketahui totalitas pasrahkan serahkan diiri kepada Allah sepasrah2nya, tanpa menganalisa, (ini saya sebut nantinya sebagai menzerokan diri), bisa dengan bantuan kata2 do'a permohonan, " Yaa Allah Engkaulah Robbku,  Dzat Yang tiada disembah melainkan hanya Engkau, aku tawakkal,aku pasrahkan seluruh jiwa ragaku,seluruh jasadku,  tubuhku, tulangku, organ2 tubuhku, panca inderaku, darahku,syaraf2ku, DNa tbuhku, sel2 tubuhku, jiwaku/nafsku, ruhku dan semua yg menyelimuti diriku yg tiada ku ketahui, aku pasrahkan sepasrah2nya kepada-Mu, Innalillaahi wa inna ilahi roji'uun, diriku, jiwa ragaku adalah milik-Mu akan kembali kepada-Mu, kembalikan diriku kepada-Mu dalam keadaan Engkau Ridho kepadaku.

- Bersihkan dengan taubatan nasuha seluruh dosa besar yang pernah dilakukan, wabil khusus dosa kesyirikan ( pernah datang ke paranormal, dukun, wong "pinter", memegang azimat, pusaka, rajah dll, pernah belajar ilmu2 kegoiban, tenaga dalam,reiki,prana, ilmu hikmah, wirid ritual duniawi, kekebalan, kesaktian , pengasihan , pelet, penglarisan dlll )

- Bersihkan diri dari perilaku maksiyat : cinta dunia berlebihan, cinta musik, lalai dari pengajaran Allah,takabur, mnyepelekan orang lain, dusta, tipu daya, zalim, tidak mau berjam'ah di Masjid, gak pernah tilawah qur'an dll )

-bersihkan jiwa dari anasir negatif seperti kesedihan, khawatir, kecemasan, takut yg tidak syar'i, buruk sangka/negatif thingkig, egois, bangga diri, takabur/ujub/sombong, berkeluh kesah/uring-uringan, resah dan gelisah, dendam, amarah, benci, jengkel, sakit hati, meremehkan orang lain, malu berlebihan dll

- Mengisi jiwa dengan amaliyah kebaikan lahir dan bathin ( Ridho, ikhlas, tawadhu,qona'ah, dermawan, tenang, kasih sayang, memaafkan, sabar,silaturohim, berbuat baik kepada orang lain, menolong orang yang kesusahan, mengikuti kajian Ilmu ad dien)

- Melaksanakan amaliyah sunah harian ( menjaga wudhu, sholat tepat waktu,laki2 berjama'ah di Masjid, sholat sunah rawatib, dhuha, dzikir pagi sore, qiyamul lail, witir, tilawah qur'an, lisan beristighfar, solawat kepada Rosulullah, adab-adab harian makan, minum, tidur dll)

Lakukan semua dengan penuh keikhlasan yang dicari hanya Ridho Allah,
Jika sudah dilakukan semua maka Insya Allah telah membuka pintu2 Rahmat Allah, telah membuka pintu - pintu langit,
Malaikat-malaikat langit bershof2 mengamini do'a kita

PROSES PEMBERSIHAN DIRI

- Wudhu sempurna jangan lupa baca do'a setelah wudhu agar terbuka 8 pintu Jannah, kalau pintu Jannah terbuka berarti pintu2 langitpun terbuka, artinya para malaikat langit melihat apa yang kita lakukan dan mengamini do'a kita, Insya Allah!!!

- Sholat sunah 2 roka'at dengan khusyu ( rasakan perjumpaan dengan Allah, rasakan sedang bercakap dengan Allah, rasakan bahwa setiap perubahan gerak tubuh kita diperhatikan dan dinilai Allah, rasakan jiwa kita bersambung dengan Allah)

-istighfar (menzerokan diri,astagghfirullah wa atubuh ilahi 70 atau 100 kali atau tanpa hitungan rasakan kita benar-benar minta ampun dari Allah minta dibersihkan jiwa raga kita dari pengaruh maksiyat dan jejak maksiyat yang menempel di tubuh kita)

- Niat melakukan psikoterapi Ruqyah untuk membersihkan jiwa raga kita dari semua gangguan secara fisik, psikis maupun nafs/jiwa

- Ucapkanlah : " Yaa robb hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada Mulah kami mohon pertolongan, Bersihkan jiwa ragaku dari segala kotoran lahir bathin, keluarkanlah semua anasir negatif dari dalam qolbuku, bersihkan jiwaku hapus ampuni dosa kesyirikanku bersihkan nafsku dari dosa syirik yg dulu pernah aku lakukan .........(sebutkan satu persatu dosa syirik tersebut) Yaa allah aku bertaubat setaubat2taubatnya kepada-Mu
zerokan diri beristighfar sepenuh hati berulang-ulang

- ucapkan Yaa robbi ampuni kelalaianku dalam beribadah kepadaMu, dulu aku pernah melalaikan..........(sebutkan) aku bertaubat setaubat-taubatnya kepada-Mu zerokan diri beristighfar sepenuh hati berulang-ulang

- ucapkanlah Yaa Robbi ampuni maksiat2 yg pernah aku lakukan, dulu aku pernah........(sebukan) aku taubat setaubat2ya kepadaMu zerokan diri beristighfar sepenuh hati berulang-ulang

- Ucaapkanlah Yaa Allah Yaa Robbi ampuni kenegatifan,kekotoran jiwaku, Ampuni ke egoiskanku, rasa ujubku, rasa sombongku, keriyaanku dalam segala hal, amarahku, dendamku,rasa khawatirku, rasa sedihku, ,  ....sebutkan semua hal negatif yg pernah dirasakan , jika dendam, benci dgn seseorang sebutkan bahwa kita mengikhlaskan, memaafkan dan meminta maaf.zerokan diri beristighfar sepenuh hati berulang-ulang

- Ingat memori buruk yg masih tersimpan dalam hati taubati dan pasrahkan zerokan diri beristighfar sepenuh hati berulang-ulang

- Jika ada konflik dengan seseorang niat mengikhlaskan memaafkan dan meminta maaf

- Azamkan/tekadkan diri untuk hijrah dari kekegelapan jiwa menuju cahaya Ilahi

- ucapakan yaa robbi bersihkan jiwaku, anugerahkan dalam qolbu dan jiwaku Iman dan Tauhid yang lurus, rasa pasrah kepadaMu, Rasa kebersamaan dengan-Mu, rasa kedekatatan dengan-Mu, rasa Ikhlas, rasa syukur, kesabaran, ketenangan, qona'ah, wara, zuhud, rasa kasih dan sayang, asa kerendahan hati, kebahagian, dll yg positif (baca surah al_ikhlas)

Yaa Allah Yaa Robbi jika ada mahlukmu yang tidak Engkau ridhoi dan tidak aku kehendaki bangsa jin ,keluarkanlah dari dalam tubuhku, lepaskanlah ikatan2 yg membelenggu mereka, berilah cahaya hidayah petunjukMu agar mereka bangsa jin menerima Iman Islam, bertaubat dan masukkan pemahaman dalam jiwa parajin bahwa berada dalam tubuh manusia adalah suatu kezaliman dan pelanggaran, mudahkanlah mereka keluar dari dalam tubuhku (baca surah alfalaq)

- Y aa Robbi jika dalam tubuhku terdapat ikatan-ikatan sihir, virus2 a'in maupun bakteri, atau apapun yg merugikan lenyapkanlah, dan bersihkan tubuhku sebersih-bersihnya...(baca surah alfalaq)

Yaa Robbi hamba yakin dengan kebesaranMu dengan kesemurnaan KalamMu, fikiranku, qolbuku semakin positif, semakin baik, tubuhku, jiwa ragaku semakin sehat, semakin kuat, semakin bersih, kebahagiaan meliputi diriku dan sekelilingku , kabulkanlah prasangka baikku ini Yaa Robbku
(baca surah annas)

Hasbunallah wani'mal wakiil ni'malmaula wani'man nashiir,laa haula walaa quwwata illabillah, allahumma sholi ala muhammad wa 'alaa ali Muhammad.

- Rilekskan tubuh dengan penuh kepasrahan total kepada Allah,

- Bacakan atau dengarkan ayat -ayat Ruqyah dengan khusyu, rasakan ayat ini masuk menembus ke seluruh sel-sel dan dna tubuh kita, rasakan tubuh terasa nyaman, tenang, yakinkan bahwa semua energi negatif, virus gangguan jin lenyap secara gaib tanpa reaksi, sadarkan diri sepenuhnya, jangan sampai trance atau dikuasai kesadaran oleh yang bukan kesadaran diri kita.

- rasakan kenyamanan, kebahagian ,dan kedamaian

- setelah ayat ruqyah yang didengar/dibaca berakhir : ucapkanlah " Alhamdulillah, Yaa robb mulai saat ini dan seterusnya hidupku semakin baik, aku ber azam untuk mencari ridho-Mu dalam segala gerak,langkah kehidupanku, ibadahku hanya ikhlas untuk-Mu, jadikanlah ibadahku,hidupku, matiku hanya untuk-Mu.....,
Selamat Bahagia Insya Allah kita semua menjadi pribadi sukses Dunia Akhirat. aamiin yaa Robbal 'alaamiin
Yang benar dari Allah & Rosul saja yang salah dari saya,

posisi keterangan di atas sebagai wasilah Terapi.... bukan suatu ibadah yang baru!!! qoidahnya tak mengapa meruqyah selama tidak ada unsur kesyirikan di dalamnya!!

-  Terapi di atas bisa sebagai upgrade Keimanan & ketauhidan
-  Sebagai terapi Pertaubatan
 - Sebagai Terapi Pengobatan fisik/psikis
-  Sebagai Terapi ketika mengalami problem
dll
@ Dengan meningkattnya keimanan   syetan tiada  lagi berkuasa (An-Nahl 99)
@Dengan  Tawakal Allah cukupi kita Allah tahu apa yang kita perlukan
@Dengan Taubat Rahmat Allah turun, Allah Ridho dan Jannah semoga teraih untuk kita semua

* Bisa mempersiapkan audio Ruqyah yang kita sukai dan nyaman di jiwa

Semoga bermanfaat, untuk hidup dan kehidupan saya pribadi dan keluarga, juga santri TPA-ku, klien ruqyahku, sahabatku di FB, Wa, pengunjung bloggku, dan medsos yang lain, mohon maaf jika ada salah atau terkesan berlebih2an, jika terasa menyelisih dari sunnah beri tahu dimana letak kesalahannya untuk saya jelaskan atau saya perbaiki,

Ahad, 7 Ramadhan 1437 H
(saat2 menanti datangnya AlMahdi )

(alfaqier abi faqieh elwastafy)
ruqyahquraicsolution.blogspot.com
Ruqyah Syar'Iyyah Bekasi
08176866747

Selasa, 17 Mei 2016

10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki & Ain







10 Jurus Penangkal Sihir, Dengki & Ain


  1. Al Imam Al Hafizh Ibnul Qayyim berkata selepas menjelaskan tentang hasad, sihir,dan ‘ain: “Kejahatan orang yang hasad terhadap yang dihasadi dapat ditolak dengan 10 cara, diantaranya:
    1. Berlindung Kepada Allah Dari Kejahatannya
    2. Bertakwa Kepada Allah
    3. Bersabar Atas Musuhnya
    4. Bertawakkal Kepada Allah
    5. Mengosongkan Hati Dengan Tidak Memikirkannya
    6. Bertaqarrub Dan Mengikhlaskan Diri Untuk Allah
    7. Memurnikan Taubat Untuk Allah
    8. Bersedekah Dan Berbuat Kebajikan Semampunya
    9. Memadamkan Kedengkian Permusuhan Dan Gangguan Orang Dengan Berbuat Baik Kepadanya
    10. Memurnikan Tauhid Untuk Allah
    Berikut penjelasannya:
    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ.مِن شَرِّ مَا خَلَقَ.وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ.وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ.وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.
    “Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang si­hir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki" (QS. AlFalaq)
    Meminta perlindungan kepada Allah سبحانه و تعالي ser­ta naungan dari-Nya merupakan inti daripada surat ini. Allah Ta'ala Maha Mendengar terha­dap bisikan hamba yang berlindung kepada-Nya, Ia Maha Mengetahui atas apa yang daripadanya si hamba berlindung kepada-Nya.
    Maksud dari kata 'mendengar' di sini ialah mendengar sekaligus mengabulkan dan bukan sekedar mendengar. Sebagaimana sabda Nabi:
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    "Allah mendengar (memperkenankan) doa orang yang memuji-Nya."
    Demikian juga perkataan Al-Khalil (Ibrahim):
    إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاء
    "Sesungguhnya Tuhanku benar-benar mendengar (memperkenankan) doa" (QS. Ibrahim: 39)

    Kadang kala Allah mengaitkan sifat men­dengar dengan sifat mengetahui dan kadang ka­la mengaitkannya dengan sifat melihat. Hal ini sesuai dengan tuntutan keadaan orang yang berlindung kepada-Nya. Tatkala seorang ham­ba minta perlindungan atas musuh yang dia ta­hu bahwa Allah melihatnya dan tahu akan kejahatan dan tipu dayanya, maka Allah mengabar­kan kepada hamba tersebut bahwa Ia mende­ngar permintaannya - yakni memperkenankan­nya — dan Ia tahu akan tipu daya musuhnya, Ia melihat dan mengawasinya, sehingga besarlah harapan si hamba akan perlindungan Allah dan hatinya pun tergerak untuk bermunajat kepa­da-Nya.
    Cobalah anda renungkan kecermatan bahasa Al-Qur'an ketika menyinggung tentang bagai­mana meminta perlindungan dari syaithan yang kita yakini keberadaannya namun tidak kita lihat wujudnya, dengan menggunakan lafazh: السََّمِيعُ العَلِيم yang berarti: 'Yang Maha Mende­ngar lagi Maha Mengetahui', sebagaimana yang terdapat dalam surat Al A'raf dan As Sajdah.
    Namun ketika menyinggung tentang bagai­mana meminta perlindungan dari kejahatan ma­nusia yang terlihat dengan mata, ia mengguna­kan lafazh: السََّمِيعُ البَصِيرُ yang berarti: 'Yang Ma­ha Mendengar lagi Maha Melihat', sebagaimana dalam surat Al Mu'min (Ghafir). Allah ber­firman:
    إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
    "Sesungguhnya orang-orang yang memperdebat­kan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Ghafir:56).

    Hal ini karena perbuatan manusia adalah perbuatan yang kasat mata, sedangkan ganggu­an syaithan merupakan angan-angan dan bisi­kan yang dicampakkan ke dalam hati manusia, dan ini berkaitan dengan sifat 'mengetahui'. Maka dalam hal ini Allah memerintahkan un­tuk meminta perlindungan kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Ada­pun untuk sesuatu yang kasat mata dan dapat dengan penglihatan. Allah perintahkan untuk meminta perlindungan kepada Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Wallahu a'lam
    Yaitu dengan menjaga perintah Allah dan menghindari larangan-Nya. Karena barang-siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah sen­dirilah yang akan menjadi penjaga dan pelin­dungnya, dan Ia tidak akan menyerahkannya kepada selain-Nya.
    Allah berfirman:
    وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُواْ بِهَا وَإِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً
    "Dan jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemu-dharatan bagimu." (QS. Ali Imran: 120)
    Nabi صلي الله عليه وسلم berkata kepada Abdullah bin Abbas :
    "Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Ja­galah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya dihadapanmu."
    Maka barangsiapa menjaga (perintah dan la­rangan) Allah, maka Allah akan menjaganya dan ia akan mendapati Allah dihadapannya ke mana saja ia menghadap. Jika Allah telah men­jadi pelindung dan penjaganya maka siapa lagi yang ia takuti dan ia cemaskan...?!
    Yaitu dengan berusaha untuk tidak mela­wan atau mengeluhkannya, bahkan tidak terbe­tik sedikitpun di hatinya untuk berusaha mengu­sik musuhnya ini. Karena ia tak akan dapat me­ngalahkan musuh dan orang yang hasad ke­padanya dengan senjata yang lebih ampuh dari pada kesabaran dan tawakkal kepada Allah. Janganlah ia menganggap lama dan besar akan kezhaliman musuhnya, karena setiap kali si mu­suh menzaliminya, kezhaliman tersebut akan menjadi pasukan dan kekuatan bagi orang yang dizalimi yang dengannya orang yang zalim ter­sebut memerangi dirinya sendiri tanpa ia sada­ri. Kezhalimannya ibarat anak panah yang ia lemparkan menuju dirinya sendiri. Seandainya hal ini dapat dilihat oleh orang yang dizalimi itu niscaya ia akan senang dengan kezhaliman ter­sebut. Akan tetapi karena lemahnya penglihat­annya, ia tidak melihat kecuali eksistensi dari kezhaliman tersebut, tanpa mampu melihat akibat dan hasil akhirnya.
    Padahal Allah berfirman:
    وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ اللَّهُ
    "Dan barangsiapa membalas dengan setimpal penganiayaan yang pernah ia terima kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya" (QS. Al Hajj: 60)
    Bila Allah telah menjamin pertolongan atas­nya padahal ia pernah membalas sebelumnya, maka bagaimana halnya dengan orang yang di­aniaya namun sabar dan tidak membalas sedikitpun...?? Padahal tidak ada dosa yang le­bih disegerakan balasannya dari pada dosa ke-zhaliman dan memutuskan tali silaturahmi.
    Sudah menjadi sunnatullah (ketetapan Allah) bahwa jikalau ada sebuah gunung yang berla­ku zhalim terhadap gunung yang lain maka Allah akan menjadikannya hancur berkeping-keping.
    Barangsiapa bertawakkal kepada Allah nis­caya Allah akan mencukupi kebutuhannya. Ta-wakkal merupakan cara paling ampuh bagi se­seorang untuk menolak apa-apa yang tak mam­pu ditolaknya, seperti penganiayaan, kezhaliman dan permusuhan. Tawakkal merupakan cara terampuh untuk itu karena Allah akan mencu­kupinya, dan barangsiapa yang Allah telah mencukupi dan menjadi penjaganya maka tak ada lagi musuh yang berselera kepadanya.
    Orang tersebut tidak akan mendapat gang­guan sedikitpun dari musuhnya kecuali berupa gangguan yang tidak bisa tidak dia harus me­rasakannya, seperti kepanasan, kedinginan, ke­laparan dan dahaga. Adapun gangguan-gang­guan yang dapat menghantarkan orang tersebut kepada keadaan yang diinginkan musuhnya maka hal tersebut tak akan pernah terjadi.
    Adalah berbeda antara gangguan yang se­cara zhahir merupakan gangguan namun haki­katnya merupakan kebaikan atas orang yang diganggu dan penganiayaan atas diri sendiri, dengan gangguan yang betul-betul dapat mele­gakan hati si pengganggu tersebut.
    Sebagian salaf mengatakan: "Allah telah menjadikan bagi setiap perbuatan balasan yang setimpal dari jenisnya, dan Ia menjadikan ba­lasannya tawakkal berupa kecukupan dari-Nya atas orang yang bertawakkal tersebut."
    Allah berfirman:
    وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
    "Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath Thalaq: 3)
    Allah tidak mengatakan: "...niscaya Kami akan memberinya pahala ini dan itu,.." sebagai­mana yang Dia sebutkan untuk amal shalih lain­nya, namun Ia menjadikan diri-Nya sendiri yang akan mencukupi hamba-Nya yang berta­wakkal tersebut... Ia sendiri yang akan menjaga dan melindunginya.
    Seandainya seorang hamba bertawakkal ke­pada Allah dengan tawakkal yang sebenar-be­narnya lalu langit dan bumi beserta penghu­ninya bersatu untuk membuat makar atasnya niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar baginya, mencukupi dan menolongnya.
    Mengenai hakikat tawakkal, faedah dan man­faatnya yang besar, serta betapa besarnya hajat seorang hamba akan tawakkal telah kami jelas­kan dalam kitab Al Fathul Qudsy. Di sana kami jelaskan tentang rusaknya pendapat orang yang menjadikan tawakkal termasuk dalam 'maqaamat’1yang tidak berdasar itu, dan bahwasanya ia merupakan maqam (tingkatan)nya orang awam. Pendapat tersebut telah kami bantah dari berbagai segi dan telah kami jelaskan bah­wa tawakkal merupakan maqam paling mulia yang dicapai oleh orang-orang arif. Makin ting­gi maqam seorang hamba semakin besar pula hajatnya kepada tawakkal, dan tawakkal se­seorang sebanding dengan kadar keimanannya.
    Adapun di sini kami hanya bermaksud men­jelaskan cara-cara untuk menolak kejahatan orang yang hasad (dengki), bahaya sihir dan sihir 'ain.
    1). Salah satu istilah kaum sufi yang maknanya: tingkatan-tingkatan tertentu yang dapat diraih seorang sufi setahap demi setahap hingga akhirnya ia dapat beribadah tanpa terikat dengan syariat -pent)
    Hendaknya seseorang berusaha melupakan­nya setiap kali fikiran tersebut muncul di be­naknya. Jangan sampai ia menggubris dan men­cemaskannya, apalagi sampai menyibukkan ha­ti dengan memikirkan hal itu - yakni kejahatan orang yang hasad, bahaya sihir dan sihir 'ain.
    Ini merupakan obat paling mujarab dan cara paling ampuh yang dapat menolong se­seorang untuk menolak bahaya-bahaya ter­sebut. Ibarat orang yang dikejar-kejar musuh untuk ditangkap dan disiksa, namun tiba-tiba musuh tersebut diam tidak mengapa-apakannya, keduanya pun tak saling bersentuhan, bah­kan musuh itu pun menyingkir dan tak kuasa mengganggunya.
    Namun jika keduanya bersentuhan dan satu sama lain saling bersinggungan barulah bahaya tersebut terjadi.
    Demikianlah, keadaan ruh (alam fikiran) pun juga seperti itu. Jikalau ruhnya masih terikat dengan fikiran-fikiran tersebut kemudian alam fikiran musuhnya pun bertautan dengan alam fikirannya baik ketika sadar maupun terlelap tanpa berpisah darinya, - padahal inilah sesungguhnya yang dikehendaki oleh yang ha­sad tersebut - maka saat itulah hatinya menjadi gelisah dan merasa bahwa bahaya tersebut se­lalu mengintainya hingga salah satu dari ke­duanya binasa.
    Namun jika ia segera menarik ruh (alam fikirannya dari musuhnya kemudian menjaga­nya dengan tidak memikirkan atau mengingat­nya, bahkan tatkala fikiran tersebut terlintas di benaknya segera ia lupakan lalu ia menyibuk­kan fikirannya dengan hal-hal yang lebih pen­ting dan bermanfaat, niscaya musuh itupun akan tinggal sendirian tanpa lawan sehingga lambat laun ia 'menerkam' dirinya sendiri. Karena ke­dengkian (hasad) itu ibarat api, tatkala api ter­sebut tidak lagi mendapati apa yang bisa diba­karnya maka ia akan membakar dirinya sendiri.
    Ini merupakan pintu keluar besar yang ti­dak diberikan kecuali kepada jiwa-jiwa yang mulia dan tinggi. Adapun jiwa pendendam yang hanya ingin melampiaskan dendamnya dan merasa lega dari musuhnya, maka jiwa sema­cam ini jauh dari pintu tersebut.
    Alangkah jauhnya perbedaan antara orang yang arif dan bijak dengan orang semacam ini. Seseorang tidak mungkin dapat mengetahui ka­pasitas dirinya sebelum mencicipi 'manis' dan 'nikmat'nya ujian ini. Seakan ia melihat bahwa siksaan batin yang terbesar ialah dengan sibuk memikirkan musuhnya serta merasa terikat dengannya. Tak ada yang lebih menyiksa hatinya dari pada itu...
    Yang dapat membenarkan hal ini hanyalah jiwa-jiwa yang tenang dan lembut yang telah ridha Allah menjadi wakilnya, dan tahu bahwa pembelaan Allah atasnya adalah lebih baik dari pada pembelaan dirinya sendiri atau orang lain. Ia beriman kepada Allah dan merasa tenang berada bersama-Nya... ia yakin bahwa jaminan Allah itu haq dan janji-Nya adalah benar... tak ada yang lebih menepati janji dari Allah dan tak ada yang lebih benar perkataannya selain Dia.
    Ia sadar bahwa pertolongan Allah atasnya le­bih kuat, mantap, langgeng dan bermanfaat da­ri pada pertolongannya sendiri atau orang lain. 
    Yaitu dengan menjadikan rasa mahabbatullah (cinta kepada Allah), berharap akan ridha-Nya dan inabah (kembali kepada-Nya) senantiasa mengisi hatinya dan menjadi cita-cita yang ber­jalan bersama hatinya sedikit demi sedikit se­hingga dapat mengalahkan pengaruh buruk orang yang hasad kepadanya dan mengikisnya per­lahan-lahan hingga hilang sama sekali.
    Dengan demikian yang tinggal di hatinya hanyalah cita-citanya mendapatkan kecintaan Allah, bertaqarrub kepada-Nya, mencari ridha-Nya, mendapat belas kasih-Nya dan selalu ingat ke­pada-Nya seperti seseorang yang selalu ingat akan kekasihnya yang senantiasa berbuat baik kepadanya. Hatinya dipenuhi kerinduan ke­padanya sehingga tak sekejap pun ia dapat me­lupakannya dan tak akan kosong hatinya dari kecintaannya tersebut
    Jikalau hati telah seperti itu keadaannya, maka bagaimana mungkin ia akan rela mengisi kembali hati dan alam fikirannya dengan me­mikirkan kejahatan orang yang hasad kepada­nya?? Hal itu tak akan pernah terfikirkan ke­cuali oleh hati yang rusak yang tak pernah me­nerima sentuhan mahabbatullah dan Kemuliaan-Nya serta mengharapkan keridhaannya!
    Bahkan ketika sebersit dari fikiran jelek ter­sebut melewati 'gerbang' hatinya, seketika itu pula para 'penjaga gerbang' tersebut meneriaki­nya: "Hati-hati kamu, jangan coba-coba men­dekati wilayah kekuasaan 'raja' kami! Enyahlah kamu ke 'tempat-tempat penginapan' yang mau menerima siapa saja yang singgah kepada­nya... kamu tidak ada urusan dengan 'benteng kerajaan' yang telah terjaga ketat ini...!"
    Allah berfirman ketika mengisahkan tentang Iblis musuh-Nya yang berkata:
    قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
    "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka" (QS. Shaad: 82 - 83)
    إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ
    Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekua­saan bagimu terhadap mereka, (QS. Hijr: 42)
    Dia pun menjawab:
    إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ
    "Sesungguhnya syaithan itu tidak ada kekuasaan baginya atas orang-orang yang beriman dan ber-tawakkal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya kekua­saan syaithan itu hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah" (QS. An Nahl: 99-100).
    Allah berfirman tentang Yusuf Ash Shiddieq
    كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاء إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
    "Demikianlah agar Kami memalingkan dari pa­danya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba Kami yang terpilih." (QS. Yusuf: 24).
    Alangkah bahagianya orang yang masuk ke dalam 'benteng' tersebut, ia telah bertahan da­lam benteng yang kokoh, siapa saja yang berta­han di dalamnya maka ia tidak akan takut dan terlantar, dan musuh pun tak berselera mende­katinya.
    ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
    "Demikianlah karunia Allah, diberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mem­punyai karunia yang besar" (QS. AlJumu'ah : 4). "
    Yaitu dengan mengkhususkan taubat kepa­da Allah atas dosa-dosa yang menyebabkan mu­suh mampu menguasainya. Sebagaimana fir­man Allah:
    وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
    "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri" (QS. Asy Syura:30).
    Allah berfirman kepada generasi terbaik, yaitu para sahabat Rasulullah bukan yang lainnya:
    أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَـذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنْفُسِكُمْ
    "Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menim­pakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-mu­suhmu (pada peperangan Badar) kamu mengatakan: "Dari manakah datangnya (kekalahan) ini?" Ka­takanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri" (QS. Ali Imran:165).
    Tidaklah seorang hamba dapat dikuasai oleh musuhnya kecuali karena dosa yang di­perbuatnya, baik yang dia ketahui maupun yang tidak diketahuinya. Sedangkan dosa-dosa yang tak diketahuinya jauh lebih banyak-dari pada yang ia ketahui. Dosa-dosa yang telah dilupa­kannya pun jauh lebih banyak dari pada dosa-dosa yang masih dia ingat.
    Dalam sebuah doa yang masyhur dise­butkan:
    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
    "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu sedangkan aku mengetahuinya, dan aku minta ampun kepada-Mu atas apa-apa yang tidak aku ketahui."(HR. Ahmad dan Lainnya, lihat Shahihul Jami’ 3/233, dan Shahihut Targhrib wat Tarhib oleh Al-Albani 1/19)
    Jadi seorang hamba harus lebih banyak ber-istighfar atas dosa-dosa yang tidak diketahuinya, dibandingkan dosa-dosa yang dia ketahui.
    Salah seorang salaf suatu ketika bertemu de­ngan seorang lelaki kemudian tiba-tiba lelaki itu berkata kasar dan mencaci-makinya. Maka dia pun berkata kepada lelaki tersebut: "Tunggulah sebentar hingga aku masuk ke rumah kemudi­an keluar lagi untuk menemuimu", maka ia pun masuk ke rumahnya lalu sujud bersimpuh kepada Allah bertaubat dan kembali kepada-Nya. Kemudian ia keluar menemui lelaki tersebut, lelaki itu bertanya: "Apa yang barusan kamu la­kukan?", maka jawabnya: "Aku bertaubat ke­pada Allah dari dosa yang menjadikanmu da­pat merendahkanku."
    Insya Allah akan kami jelaskan bahwa di dunia ini sebenarnya tidak ada kejahatan me­lainkan dosa-dosa yang kita perbuat dan se­bagai akibatnya. Maka jika seorang hamba telah selamat dari dosa-dosa ia pun akan selamat da­ri akibat-akibatnya. Oleh karena itu tak ada yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba tatkala ia di­aniaya dan dikuasai musuhnya kecuali taubat nasuha.
    Tanda orang yang bahagia ialah ketika ia mulai melihat dirinya sendiri dan mengoreksi semua dosa dan kekurangannya lalu ia sibuk dengannya membenahi kekurangan tersebut dan memperbanyak taubat, sehingga tak ada lagi peluang baginya untuk memikirkan hal lain. Hatinya tergerak dengan sendirinya untuk bertaubat dan mengoreksi kesalahannya, kemu­dian Allah lah yang kelak akan menolong dan menjaganya serta menolak darinya dan ini ada­lah suatu keharusan.
    Alangkah bahagianya hamba semacam ini, alangkah besar keberkahan yang diterimanya dan alangkah baik pengaruh keberkahan itu pa­da dirinya. Akan tetapi hidayah dan taufik itu hanyalah di tangan Allah, tak ada seorang pun yang dapat menolak pemberian-Nya dan tidak ada yang dapat memberi sesuatu yang ditolak-Nya.
    Tidak setiap orang beruntung mendapatkan taufik untuk bertaubat, dan tidak setiap orang mengenal taubat itu kemudian tergerak hatinya untuk melaksanakannya. Tidak ada pengeta­huan, kehendak dan kemampuan hamba dan tiadalah daya dan upaya melainkan dari Allah.
    Sedekah dan kebajikan memiliki kemam­puan yang luar biasa untuk menolak bala, men­cegah sihir 'ain dan melenyapkan sifat hasad. Cukuplah apa yang dialami oleh umat-umat baik yang terdahulu maupun sekarang menjadi bukti akan hal ini.
    Hampir tidak pernah kita dapati ada orang baik dan dermawan yang dimusuhi, sihir 'ain, atau didengki orang. Seandainya pun ia menga­laminya maka ia akan hadapi orang tersebut dengan lemah lembut dan uluran tangan se­hingga kebaikan itu pun kembali kepadanya. Orang yang baik dan gemar bersedekah akan berada dalam penjagaan kebaikan dan sede­kahnya, ia akan mendapat 'perisai' dari Allah yang akan melindunginya.
    Secara umum, mensyukuri nikmat Allah me­rupakan cara terbaik untuk menjaganya dari se­bab-sebab yang dapat menghilangkannya.
    Di antara sebab yang paling dominan dalam hal ini ialah hasad dan sihir 'ain. Hal itu dise­babkan karena orang yang hasad hatinya tidak akan puas dan lega hingga ia melihat kenik­matan itu lenyap dari orang yang didengkinya. Ketika itulah 'rintihan'nya terhenti dan api ke-dengkiannya padam - semoga Allah tidak memadamkannya! .
    Jadi seorang hamba tidak bisa menjaga nik­mat Allah dengan cara yang lebih baik dari pa­da mensyukurinya. Dan tak ada cara yang lebih cepat untuk melenyapkan kenikmatan tersebut selain dengan mempergunakannya untuk ber­maksiat kepada Allah. Itulah kufur nikmat yang dapat menghantarkan pelakunya kepada ke­kafiran.
    Orang yang baik dan dermawan ibarat sese­orang yang memiliki tentara dan pasukan yang siap berperang membelanya sedangkan ia tidur nyenyak di atas kasurnya. Siapa yang memiliki musuh namun tidak punya pasukan maka ia se­perti orang yang hampir saja dikalahkan mu­suhnya, meski kekalahan tersebut terjadi be­lakangan, Wallahul musta'aan.
    Ini merupakan cara yang paling berat bagi hawa nafsu, tak ada yang sanggup melaksana­kannya kecuali orang yang mendapat keberun­tungan yang besar dari Allah; yaitu memadam­kan kedengkian permusuhan dan gangguan orang lain dengan berbuat baik kepadanya. Setiap kali gangguan keburukan permusuhan dan kedengkian itu bertambah, bertambah pula kebaikannya kepada musuhnya. Ia justru semakin iba dan kasihan kepada musuhnya... hatinya pun tergerak untuk menasehatinya.
    Saya rasa Anda sulit mempercayainya apa­lagi mencobanya, maka renungkanlah firman Allah berikut:
    وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ. وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
    "Dan tidaklah, sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah ia menjadi teman yang se­tia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan me­lainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Dan jika syaithan mengganggumu dengan suatu gangguan maka mohonlah perlindungan kepada Allah, se­sungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Me­ngetahui." (QS. Fushshilat: 34-36).
    أُوْلَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَؤُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
    "Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan." (QS. Al-Qashash: 54)
    Perhatikanlah, bagaimana Nabi bercerita tentang dirinya tatkala ia dianiaya kaumnya hing­ga berdarah, lalu sembari beliau mengusap da­rah dari tubuhnya beliau berdoa:
    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَيَعْلَمُونَ
    "Ya Allah ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui!"
    Lihatlah bagaimana beliau mengumpulkan dalam dua kalimat ini empat kebaikan yang de­ngannya beliau menghadapi kejahatan yang be­sar dari kaumnya;
    Pertama: memaafkan mereka,
    Kedua: memintakan ampunan untuk mere­ka,
    Ketiga: memberikan udzur atas mereka bahwa mereka tidak mengetahui, dan
    Keempat: simpati beliau kepada kaumnya dengan menisbatkan mereka kepada dirinya ketika mengatakan: "...ampunilah kaumku". Seperti layaknya ketika seseorang hendak me­mintakan syafaat untuk orang lain maka ia akan mengatakan kepada orang yang dimintainya: "Ini puteraku atau anak buahku atau sahabat­ku, maka tolonglah dia demiku.."
    Guna melunakkan dan melembutkan hati anda, perhatikanlah sekarang uraian berikut;
    "Ketahuilah bahwa anda memiliki banyak dosa antara anda dengan Allah, anda takut akan siksa-Nya dan berharap akan ampunan magh-firah dan pemberian-Nya. Padahal Allah tidak akan sekedar mengampuni dan memaafkan sa­ja, Dia bahkan akan mencurahkan nikmat-Nya kepada anda, memuliakan anda, dan menda­tangkan kepada anda banyak manfaat dan ke­baikan di luar yang anda bayangkan.
    Jika anda menghendaki cara yang demikian dari Allah ketika Ia 'membalas' dosa dan keje­lekan yang anda perbuat, maka alangkah afdhal-nya jika anda melakukan hal yang sama terha­dap hamba-Nya. Kejahatan mereka anda balas dengan kebaikan agar Allah membalas dosa anda dengan cara yang sama, karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan.
    Sebagaimana anda membalas kejahatan orang lain kepada anda, seperti itulah Allah akan 'membalas' dosa-dosa anda sebagai balasan yang setimpal.
    Jadi, anda boleh pilih; balas dendam atau maafkan... santuni atau biarkan! Karena barang siapa menyemai benih ia akan menuai hasil, dan sebagaimana anda memperlakukan hamba-hamba Allah demikian pulalah Allah akan memperlakukan anda.
    Barangsiapa mampu menghayati makna di atas dan merenungkan dengan akal fikirannya, niscaya akan ringan baginya untuk berbuat baik terhadap orang yang jahat kepadanya. Apalagi jika di samping itu ia akan mendapatkan perto­longan Allah dan kebersamaan khusus dari-Nya (ma'iyyatullah), sebagaimana yang dikata­kan Nabi kepada orang yang mengeluhkan ten­tang kerabatnya yang senantiasa dia santuni namun mereka berlaku jahat kepadanya, kata beliau:
    وَلاَ يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيْرٌ مَادُمْتَ عَلَي ذَلِكَ
    "Allah akan senantiasa menolong dan bersamamu selama kamu tetap seperti itu."
    Apalagi di samping itu ia juga akan men­dapat pujian manusia dan mereka akan bersatu memihaknya melawan musuhnya. Karena sia­pa saja yang mendengar tentang orang baik yang menyantuni orang yang jahat kepadanya pasti akan bersimpati kepadanya, membelanya dan mendoakannya... dan ini merupakan fitrah manusia yang diberikan Allah kepada para hamba-Nya.
    Dengan kebaikannya ia seakan-akan memiliki bala tentara yang dia tidak mengenal mere­ka, dan mereka pun tak mengenalnya. Mereka siap membelanya tanpa imbalan sedikitpun darinya. Apalagi jika ia tahu bahwa keadaan­nya dengan orang yang hasad dan memusu­hinya tak lepas dari satu diantara dua hal;
    Pertama: Ia dapat menguasai, 'memperbu-dak' dan menaklukkan musuhnya dengan ke­baikan. Bahkan musuh itu akan luluh di hada­pannya dan menjadi teman setianya, atau
    Kedua: Ia dapat menjatuhkan mental mu­suhnya bahkan membinasakannya, jika si mu­suh terus-menerus dalam permusuhannya. Ka­rena dengan kebaikan tersebut pada hakikatnya ia telah menimpakan kekalahan yang berlipat ganda kepada musuhnya dari pada kalau ia membalas dendam.
    Siapa yang berani mencoba niscaya akan benar-benar merasakannya...
    Allah lah yang memberi taufik dan perto­longan... di tangan-Nya lah segala kebaikan... tiada Ilah melainkan Dia... kepada-Nya lah kita berharap agar Dia menggerakkan hati kita dan seluruh kaum muslimin untuk mewujudkan­nya dengan karunia dan kemuliaannya.
    Singkatnya, amalan ini memiliki lebih dari seratus manfaat baik duniawi maupun ukhra­wi, insya Allah kami akan menjelaskannya di lain kesempatan.
    Ini merupakan penghulu dari apa-apa yang kita bahas sebelumnya dan padanya terletak keberhasilan setiap cara, yaitu memurnikan tauhid untuk Allah.
    Kita akan beralih dari berfikir tentang sebab kepada Yang Menyebabkan, yaitu Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    Perlu diketahui bahwa sebab-sebab tadi ibarat hembusan angin yang bergantung kepada Dzat yang menghembuskannya, Dialah pencipta angin tersebut. Angin tersebut tak akan ber­manfaat atau mencelakakan kecuali atas seizin-Nya.
    Dialah satu-satunya yang menghembuskan angin tersebut kepada siapa saja yang Ia ke­hendaki dari hamba-Nya, dan memalingkannya dari siapa saja yang Ia kehendaki dari mereka. Tiada dzat lain selain-Nya.
    Allah berfirman:
    وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَآدَّ لِفَضْلِهِ
    "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tiada yang dapat menghilangkan­nya kecuali Dia, dan jika Allah menghendaki ke­baikan bagi kamu maka tiada yang dapat menolak karunia-Nya" (QS. Yunus : 107).
    Nabi berkata kepada Abdullah bin Abbas:
    وَاعْلَمُ أَنَّ الأَمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَي أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَئٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَئٍ قَدْكَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَلَوْ اجْتَمَعُواعَلَيْ أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَئٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَئٍ قَدْكَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ
    "Ketahuilah, seandainya seluruh umat ini bersatu padu untuk memberikan suatu manfaat kepadamu niscaya mereka tak akan mampu memberimu man­faat sedikit pun kecuali berupa apa yang telah Allah tentukan bagimu. Dan seandainya mereka bersatu padu untuk mencelakaimu niscaya mereka tak akan mampu mencelakaimu sedikit pun kecuali berupa apa yang telah Allah tentukan atasmu" (H.R. Tirmidzi).
    Tatkala seorang hamba berhasil memurni­kan tauhid untuk Allah maka hatinya akan terbebas dari rasa takut kepada selain-Nya. Mu­suhnya pun menjadi tak seberapa menakutkan baginya dibanding rasa takutnya kepada Allah, bahkan hanya Allah lah yang ditakutinya. Maka Allah pun mengamankannya dari musuhnya hingga lenyaplah segala uneg-uneg dan fikiran yang menghantuinya.
    Rasa takutnya, cintanya, tawakkalnya, inabah-nya dan perbuatannya hanya ia peruntukkan bagi Allah saja.
    Ia sadar bahwa sibuk memikirkan keadaan musuh dan takut kepadanya merupakan sesua­tu yang dapat menodai kemurnian tauhidnya, karena seandainya ia benar-benar memurnikan tauhidnya maka cukuplah hal itu menyibukkan dirinya dari hal lain. Kelak Allah lah yang akan bertugas menjaga dan membelanya karena Allah akan senantiasa menjadi pembela orang-orang yang beriman.
    Jika ia termasuk orang yang beriman maka Allah pasti akan membelanya, dan pembelaan tersebut sesuai dengan kadar keimanannya. Jika imanya sempurna maka ia akan mendapat pem­belaan maksimal dari Allah, dan jika imannya ter­kontaminasi maka pembelaan Allah pun akan mengendur. Begitu pula jika imannya mengala­mi 'pasang-surut' maka pembelaan Allah pun akan seperti itu.
    Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian salaf: "Barangsiapa menghadap Allah sepenuh­nya maka Allah pun akan menyambut sepe­nuhnya, dan barangsiapa berpaling dari Allah sepenuhnya maka Allah pun akan berpaling se­penuhnya darinya. Dan barangsiapa sesekali menghadap dan sesekali berpaling maka Allah pun akan seperti itu terhadapnya."
    Singkatnya, tauhid merupakan benteng Allah yang paling kokoh, siapa saja yang memasuki­nya akan merasa aman.
    Sebagian salaf mengatakan: "Barangsiapa takut kepada Allah maka segala sesuatu akan takut kepadanya, dan barangsiapa tidak takut kepada Allah maka segala sesuatu akan mena­kutkan baginya."
    Inilah sepuluh cara untuk menolak kejahat­an orang yang hasad, bahaya sihir dan sihir 'ain. Tak ada cara yang lebih bermanfaat untuk ini melainkan dengan menghadap kepada Allah, tawakkal dan yakin kepada-Nya, serta tidak menyekutukan-Nya dalam rasa takut dengan se­lain-Nya, akan tetapi rasa takutnya hanya ke­pada Allah semata. Demikian juga dengan ti­dak berharap kepada selain Allah namun hanya berharap kepada-Nya.
    Hendaknya ia tidak menggantungkan hati­nya kepada selain-Nya, tidak beristighasah kepada selain-Nya dan tidak berharap kecuali hanya kepada-Nya.
    Ketika hati seseorang mulai bergantung ke­pada selain Allah, berharap dan takut kepada selain-Nya, seketika itulah ia akan dikuasakan' kepada yang ditakutinya dan menjadi hina di hadapannya. Karena barangsiapa takut kepada selain Allah maka ia akan dikuasakan kepada­nya dan barangsiapa yang berharap sesuatu ke­pada selain Allah ia akan hina dihadapannya dan terhalang dari karunia Allah.
    "Demikianlah sunnatullah (ketetapan) Allah atas hamba-Nya dan kamu tidak akan menda­pati perubahan dalam sunnatullah itu."

    disadur oleh abi faqieh elwastafy --- Ruqyah bekasi 0817 6866 747


 RUQYAH ANAK PONDOK TAHFIDZ