Kamis, 02 April 2015

MEDITASI - OLAH SPIRITUAL - RIYADHOH DAN DIMENSI ALAM JIN


MEDITASI - OLAH SPIRITUAL - RIYADHOH DAN DIMENSI ALAM JIN

Bismillah, walhamdulillah, washolaatu wasalaamu 'alaa Rosulillah,
Dulu saya adalah praktisi berbagai macam jenis meditasi, diantaranya meditasi olah nafas, dzikir nafas, dzikir model Tarikat dll, Juga pelaku olah spiritual,seperti puasa mutih, ngebleng patigeni dll
Jujur saya merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa ketika melakukan semua olah spiritual tersebut, saya merasakan tenggelam dalam samudera Ma'rifatullah, samudera Ilahi yang tak terbatas, ketenangan menghampiri jiwa,tubuh terasa melayang menembus alam tak terbatas, terasa menyatu antara hamba dan sang Pencipta " Manunggaling Kawula Gusti ",berbagai fenomena metafisika terhampar di hadapan bathin, berbagai cahaya menyejukkan seakan menentramkan jiwa, bisa berjam-jam saya asyik dalam olah spiritual ini.
Semenjak asyik dalam dunia meditasi ini, selalu terngiang dan tertanam dalam benak jiwa ini, bahwa semua agama sama, yang penting kita selalu berbuat kebaikan, akhlak mulia... dan menyatu dengan alam raya, menyatu bersama sang Ilahi.
Sebagaimana kisah sebelumnya, tahun 2002 saya mulai mengenal Ruqyah syar'iyyah, melalui Majalah Ghoib, mengenal seluk beluk alam jin,dengan sumber yang valid yang tiada keraguan di dalamnya yaitu Al-Qur'an dan Assunah, Akhirnya saya menganalisa, merenungi, mentafakuri apa yang pernah saya jalani dan saya alami, tak lain dan tak bukan adalah saya telah bersinggungan dengan frekwensi dimensi Jin, Mengapa??? mengambilkesimpulan seperti itu?
Saya memohon maaf, tulisan ini saya persembahkan untuk pertobatan saya, dan juga untuk mereka yang satu resonansi fikiran dengan saya, tiada maksud saya menyinggung atau menjelekkan mereka yang tiada sefikiran dengan saya.
Dalam tafakur saya,dalam analisa saya, dalam perenungan saya, Manusia adalah makhluk berjasad, yang berada dalam satu dimensi dengan binatang, tumbuh2an, dan semua benda syahadah yang ada di bumi ini, Manusia mahluk yang memiliki materi yang merupakan susunan rangkaian molekul2 yang membentuk sel2 tubuh, dan sel2 tubuh membentuk materi jasad kita, Allah Azza Wajalla, Sang Pencipta , telah menciptakan tiga mahluk cerdas, yaitu Malaikat, Jin dan Manusia, Malaikat mewakili dimensi cahaya, Bangsa Jin mewakili dimensi api, bangsa manusia mewakili dimensi Tanah, dan dimensi terdekat dengan manusia adalah dimensi bangsa jin, Alam manusia hanya beberapa frekwensi di bawah bangsa jin, ( tanah lebih dekat dengan api )
Maka saya bertafakur, jika seseorang manusia melakukan olah spiritual, apapun jenisnya,Meditasikah, dzikir nafaskah, puasa pati genikah atau bahkan dzikir tarikat yang niat awalnya ingin mendekati Allah, mau tak mau manusia akan bersinggungan dengan dimensi alam jin, mengapa? Sebagaimana kita ketahui, bahkan ketika manusia mengistirahattkan fikirannya,menenangkan jasadnya manusia masuk dalam medan frekwensi gelombang alpha, theta bahkan delta, gelombang otak ini sangat - sangat rileks, tenang, berada dalam gelombang ini manusia berarti menafikan/meniadakan unsur jasadiyahnya, yang dominan adalah unsur ruhiahnya, berarti pula para pelaku olah spiritual ini telah menurunkan frekwensi kemanusiannya, nah karena frekwensi di bawah manusia adalah frekwensi dimensi jin maka mau tak mau manusia masuk ke dalam dimensi jin ini, dan dimensi jin ini pun berlevel2, sampai level tertinggi adalah level mendekati level cahaya (dimensi malaikat ) dan level tertinggi berada dan di pegang oleh Iblis laknatullah "alaih mahluk jin pertama yang menggoda dan membujuk adam untuk makan buah dari pohon yang dilarang Allah azza wajalla untuk di dekatinya.
Bagi para pelaku olah sipritual, yang benar2 masuk dalam gelombang2 theta yag sangat halus, mereka akan mengalami fenomena-fenomena alam metafisika yang mengasikkan yang pada hakikatnya adalah mereka para pelaku olah spiritual telah memasuki dimensi bangsa jin, disinilah energi-energi sihir mulai bekerja, bangsa jin akan dengan mudah berinteraksi, sesuai dengan jenis olah spiritual yang dilakukannya, semisal untuk kalangan santri, kalangan kyai, ustadz maka bangsa jin akan mewujudkan diri dengan sosok yang dikagumi mereka, seperti para wali, Ulama, syaikh Abdul Qodir Jaelani, ataupun Nabi Khidir, atau dengan nekat bangsa Jin mengaku sebagai Malaikat, mereka kemudian memberikan wejangan , amalan do'a atau wirid dll, atau bagi kalangan kejawen akan di datangi sosok jin yang menyamar sebagai Raja Majapahit, Prabu siliwangi,Nyi Roro Kidul, Empu Gandring, Bagi kalangan agama selain Islam akan di datangi jin dalam perwujudan Dewa-dewi, Brahmana, Bunda Maria, Yesus, para santa, dll, Para jin yag berinteraksi ini kadang memberikan pelayanan kepada manusia pelaku olah spiritual seperti, kemampuan mengobati oarng lain dengan energi gaibnya, kemampuan indera ke enam, terawangan, proyeksi astral, menari benda dari dimensi jin dll.
Maka berhati-hatilah buat para pelaku olah sipritual, untuk menembus dimensi malaikat atau Musyahadah dengan Allah tidaklah semudah yang kita bayangkan..kita akan melewati berbagai level dimensi jin yang penuh dengan talbis yang menyesatkan, saran saya sebaiknya tinggalkanlah dunia olah spiritual ini, ikutilah olah spiritual yang aman yang di ajarkan oleh Rosulullah Shallaahu 'alaihi wasalam, yaitu Islam dengan 6 Pondasi Bathin dan 5 olah spiritual ( Rukun Iman & Rukun Islam maksudnya )
Lalu timbul pertanyaan? Bagaimana dengan sholat Khusyu, baca Al-Qura'an dengan syahdu khusyu, dzikir sunah yang khusyu, bukankah hal ini juga menghantarkan seseorang masuk ke dalam gelombang alpha atau delta dan bersinggungan dengan dimensi jin? Na'am sudah pasti otak kita akan masuk ke dalam frekwensi gelombang tersebut, Namun Allah azza wajalla telah memberikan perangkat proteksi kepada kita agar ibadah kita tidak masuk ke dalam dimensi jin, apa itu? bukankan Allah azza wajalla memerintahkan kita sebelum membaca Al-Quran untuk berta'awudz?
" apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk." ( QS. Anahl 98)
juga ketika sebelum sholat kita diperintahkan untuk berta'awudz di roka'at pertama,
Kesimpulan saya
- dimensi jin adalah dimensi yang terdekat dengan frekwensi manusia,
- yang saya perhatikan mereka yang mudah mengakses gelombang alpha rata-rata mereka memiliki intuisi yang tajam, memiliki kepakaan indera keenam, memiliki kemampuan yang unik,
-namun tidak semua yang melakukan olah spritual/berada dalam gelombang alpa -tetha masuk ke dalam dimensi jin, seperti mereka yang berdzikir semata hanya mengamalkan sunnah, sholat semata mengharap ridho Allah, puasa karena Allah,mereka tetap masuk dalam gelombang alpha -theta namun telah terproteksi dengan niat Ikhlas beribadah karena Allah, jika para pelaku amaliyah sunah ini mendaptakan fenomena metafisika dalam ibadahnya yang jelas bertolak belakang dengan apa yang disunahkan ,mereka dengan tegas akan menafikannya dan menolak dengan tegas, ( Ingatkah Kisah syekh abdul Qodir Jaelani yang berjumpa dengan cahaya yang sangat indah, yang mengaku sebagai Allah Sang pencipta, lalu mengatakan kepada Syekh Abdul qodir Jaelani, " Bahwa karena ketaatanmu kepada-Ku akan aku halalkan apa yang telah kuharamkan khusus untukmu wahai Abdul Qodir Jaelani" Dengan tegas tanpa berfikir panjang, Di usirnyalah cahaya yang mengaku sebagai Allah itu, cahaya itu berteriak dan berubah menjadi sosok dari bangsa jin, Syaikh Abdul qodir Jaelani selamat dari Talbis Iblis karena keilmuan syariatnya , keimuan sunahnya,karena tak mungkin Allah menghalalkan apa yang tlh diharamkan di dunia ini kecuali di syurga kelak.
- Fenomena apapun yang kita alami dalam ibadah kita, kembalikanlah kepada Quran dan Sunnah, jika bertentangan maka sudah jelas ada talbis iblis di dalamnya.
Semoga Risalah ringan saya ini, menjadi kebaikan buat saya, terakhir marilah kita berlindung adri Iblis dan Balatentaranya, "audzubillaahi min syarri abalisi wa junudih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 RUQYAH ANAK PONDOK TAHFIDZ